Kalau tadi hubungan aqidah itu telah terikat, maka semua orang yang
beriman itu bersaudara, walaupun mereka tidak mempunyai hubungan darah atau
hubungan karena perkawinan. Sesungguhnya orang yang beriman itu bersaudara.
Pendeknya dan tegasnya:
"Orang-orang yang beriman, berhijrah dan berjuang dengan harta dan
jiwa mereka di jalan Allah, serta orang-orang yang memberikan tem-
pat berlindung dan memberikan pertolongan, mereka ini adalah teman
pembantu satu dengan lainnya."
[Al-Anfal: 72]
Rasa solidaritas seperti ini tidak hanya terbatas kepada satu ge-
nerasi saja, tetapi juga berlaku untuk generasi-generasi selanjutnya. Ra
sa inilah yang mengikat orang pertama dengan orang terakhir dari ummat ini,
mengikatkan orang terakhir kepada orang pertama, mengikat mereka dengan ta
li cinta,
read more kasih sayang, setia dan kelemah-lembutan yang mendalam.
"Mereka yang telah membangun rumah tangga di Madinah dan telah ber
iman sebelum datangnya orang muhajirin, cinta kepada orang-orang
yang berhijrah kepada mereka tidak merasa menyesal terhadap apa
yang telah mereka berikan, tetapi malah lebih mementingkan pata ta
mu itu dari pada diri mereka sendiri, walaupun mereka juga dalam
kemiskinan. Siapa yang dapat mengekang hawa nafsunya, mereka ini-
lah orang-orang yang menang."
"Juga orang-orang yang datang setelah mereka. Mereka berdo'a: Hai
Rabb kami, berikanlah keampunan kepada kami dan kepada saudara-sau
dara kami yang telah lebih dahulu beriman dari pada kami. Jangan-
lah ditimbulkan dalam hart kami rasa tidak enak terhadap orang-o-
rang yang beriman. Ya Rabb kami, Engkau Maha Pengasih dan Maha Pe
nyantun."
[Al-Hasyr: 9-10]
Allah telah memberikan contoh-contoh kepada kaum Muslimin dengan
sejumlah Nabi yang mulia yang telah mendahului mereka dalam iring-iringan
parade keimanan yang berlangsung diberbagai masa.
"Nuh memohon kepada Rabbnya, dengan berkata: Ya Rabbku, anakku
adalah sebahagiaan dari keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau
adalah benar, Engkau adalah Hakim Yang Paling Adil. Allah berkata:
Ia bukan termasuk keluargamu, karena ia bertindak secara tidak be-
nar. Janganlah memohon kepadaKu mengenai apa yang tidak engkau ke-
tahui. Aku memberikan peringatan kepadamu agar jangan engkau ber-
tindak seperti orang-orang bodoh. Nuh berkata: Wahai Rabbku, aku
berlindung denganMu terhadap permohonanku kepadaMu tentang apa yang
tidak aku ketahui. Seandainya Engkau tidak mengampuniku dan merah-
matiku, sudah pasti aku termasuk orang-orang yang merugi."
[Hud: 45-47]
yang semuanya dilaksanakannya. Dan Allah berkata: Aku akan menjadi-
kan engkau pemimpin manusia! Ibrahim bertanya: Anak cucuku juga?
Allah menjawab: Janjiku tidak mencakup orang-orang yang aniaya!.!
[Al-Baqarah: 124]
"Ingat pulalah ketika Ibrahim berdo'a: Hai Rabbku, jadikanlah negeri
ini aman sentosa, dan beri rezekilah para penduduknya yang percaya
kepada Allah dan hari akhirat! Allah menjawab: Siapa yang kafir a-
kan Aku beri kesengsaraan sebentar, kemudian akan Aku paksakan ia
kepada azab api neraka, suatu tujuan terakhir yang amat celaka."
[Al-Baqarah: 126]
KEWARGA-NEGARAAN DAN AQIDAH SEORANG MUSLIM bag.ke-3
Minggu, 30 Desember 2012
Label:
Aqidah
0 komentar:
Bismillahirrahmaanirrohiim
Sialahkan menanggapi dengan bahasa yang baik dan sopan... !